RESUME MATERI PADA HARI 2 PPKMB SELASA, 2 SEPTEMBER 2025 FAKHRY IZDIHAR SYAHFALAH 25103149

 


NAMA : FAKHRY IZDIHAR SYAHFALAH 
NO. PENDAFTARAN : 25103149
PRODI : D IV ANALISIS KESEHATAN 
FAKULTAS KESEHATAN 

RESUME MATERI PADA HARI 2 PPKMB UNUSA SELASA, 2 SEPTEMBER 2025 

  • Pak Ainun Najib: Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri

    Saat ini kita sedang berada di era revolusi industri berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dampaknya sangat besar, seperti halnya penemuan listrik di masa lalu. AI sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari anak-anak hingga mahasiswa, bahkan sering digunakan untuk keperluan akademik. Namun, kehadiran teknologi ini membawa tantangan: bagaimana kita sebagai generasi muda mampu memanfaatkannya tanpa justru dirugikan. Banyak pekerjaan yang dulunya dikerjakan manusia kini berpotensi diotomasi atau bahkan dihilangkan sepenuhnya. Karena itu, mahasiswa baru harus siap menghadapi era ini dengan kemampuan yang tidak mudah digantikan oleh mesin.

    Dua kemampuan utama yang diyakini tidak dapat tergantikan oleh AI adalah kreativitas dan rasa kemanusiaan (empati, compassion). AI hanya bisa belajar dari data yang sudah ada, menganalisis, dan meniru, namun tidak mampu menciptakan ide-ide yang benar-benar baru atau merasakan emosi manusia secara tulus. Kreativitas yang lahir dari pemikiran dan ilham manusia, serta empati yang autentik dalam merespons orang lain, menjadi kunci penting di masa depan. Inilah yang membedakan manusia dengan mesin, karena AI hanya mampu meniru ekspresi, bukan benar-benar menghayati perasaan.


    Dalam konteks dunia kerja, bidang-bidang yang minim kreativitas dan tidak melibatkan empati manusia akan menjadi yang paling rentan terotomasi. Sebaliknya, bidang seperti layanan kesehatan menunjukkan contoh di mana nilai kemanusiaan sangat diperlukan, meskipun ruang kreativitasnya terbatas karena prosedurnya sudah baku. Oleh karena itu, mahasiswa di era sekarang perlu mempersiapkan diri dengan mengasah kemampuan yang menggabungkan kreativitas dan empati, sehingga dapat tetap relevan dan berperan penting di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

  • Bpk Dr. Nurul Ghufron,S.H.,M.H.Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi

    Mencari ilmu pada dasarnya adalah bagian dari ibadah, dengan tujuan utama mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ilmu menjadi sarana untuk memahami dunia dan menjalani kehidupan dengan benar, namun orientasi akhirnya tetap harus tertuju pada Sang Pencipta. Ketika kita menuntut ilmu hanya untuk kepentingan dunia semata, sering kali hal itu melahirkan perilaku menyimpang, salah satunya adalah korupsi. Korupsi bukan hanya merugikan negara secara materi, tetapi juga merusak sistem, menghambat pembangunan, dan membuat pelayanan publik, termasuk pendidikan serta kesehatan, menjadi tidak optimal.

    Korupsi dapat merusak banyak aspek kehidupan berbangsa: mulai dari demokrasi yang dipenuhi praktik politik uang, penegakan hukum yang diperjualbelikan, hingga kualitas sumber daya manusia yang menurun akibat izin usaha dan pembangunan yang tidak sesuai aturan lingkungan. Dampaknya sangat luas—dari infrastruktur yang rapuh hingga pelayanan publik yang buruk—semuanya berakar pada penyalahgunaan kewenangan dan suap-menyuap yang menggerogoti kepercayaan masyarakat. Bahkan praktik kecil seperti membayar tilang di tempat atau menerima amplop dalam pemilu, turut melestarikan budaya korupsi yang merugikan generasi mendatang.

    Secara hukum, tindak pidana korupsi memiliki berbagai bentuk, di antaranya penyalahgunaan wewenang yang merugikan negara, pengadaan barang dan jasa yang diatur untuk kepentingan pribadi atau keluarga, pemerasan, suap, hingga menghalangi proses penegakan hukum dengan menyembunyikan bukti. Semua bentuk ini berujung pada satu hal: hilangnya keadilan dan rusaknya fungsi negara sebagai pelayan masyarakat. Oleh karena itu, memahami bahaya korupsi dan menghindarinya bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab setiap warga negara agar masa depan bangsa tidak terus dirugikan oleh praktik kotor ini.


  • KH Ma'ruf Khozin - PWNU Jatim: Mencetak Mahasiswa Unusa sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah

    Pemahaman Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam tradisi NU bukan sekadar mengikuti sunnah Nabi secara tekstual, melainkan mencakup metode beragama yang telah dijalankan Nabi, para sahabat, dan para imam mazhab. Perbedaan pemahaman sering muncul karena istilah “sunnah” memiliki banyak disiplin makna, baik dalam hadis, hukum, maupun praktik keagamaan. NU berpijak pada manhaj yang menggabungkan mazhab fikih (empat mazhab), akidah Asy’ariyah, dan tasawuf yang moderat, yang menekankan toleransi, keseimbangan, dan penerapan Islam rahmatan lil ‘alamin.

    Ciri-ciri amaliah NU dapat dilihat dari beberapa praktik ibadahnya, seperti membaca qunut saat salat Subuh, yasinan pada malam Jumat, ziarah kubur untuk mendoakan yang telah wafat, serta kebiasaan bersholawat dengan berbagai redaksi yang diwariskan para ulama. Semua praktik ini memiliki dasar dalil dari riwayat sahabat, tabiin, maupun imam mazhab, sehingga tidak perlu diragukan keabsahannya. NU memandang keberagamaan ini sebagai bagian dari tradisi yang terus dirawat dan diamalkan lintas generasi, baik di Indonesia maupun di berbagai negara lain seperti Mesir, Turki, dan Suriah.

    Di lingkungan pendidikan NU, mahasiswa didorong untuk menjadi generasi yang membawa nilai rahmatan lil ‘alamin dengan sikap moderat dan toleran. Praktik keagamaan seperti yasinan, sholawatan, dan ziarah kubur dianjurkan, tetapi tetap mengutamakan keseimbangan, misalnya tidak mengabaikan kewajiban belajar atau tanggung jawab akademik. Intinya, menjadi bagian dari NU berarti menghidupkan tradisi keilmuan dan ibadah yang berakar kuat pada sanad ulama, sekaligus relevan dengan kehidupan masyarakat modern yang penuh dinamika.
  • Muslikha Nourma Rhomadhoni, S.KM., M.Kes.: Pengenalan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) Dan Perwujudan Indonesia Emas

    Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta perlindungan lingkungan memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama di dunia industri dan perkuliahan. Bahaya dan risiko kerja tidak selalu bisa dihindari sepenuhnya, namun dapat dicegah dan diminimalkan melalui kewaspadaan, kepatuhan terhadap prosedur (SOP), serta kesadaran akan potensi bahaya di sekitar kita. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanggulangan, karena kerugian akibat kecelakaan atau pencemaran seringkali lebih besar dibandingkan usaha untuk mencegahnya.

    Dalam konteks perkuliahan, mahasiswa diharapkan memahami pentingnya K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan). Hal ini meliputi kepatuhan terhadap aturan laboratorium, memahami potensi bahaya bahan kimia, menjaga sikap selama praktikum atau kunjungan industri, hingga berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan sekitar. Selain itu, regulasi yang ada, seperti induksi keselamatan sebelum memasuki ruang kerja atau laboratorium, bertujuan agar mahasiswa lebih siap menghadapi risiko dan tahu bagaimana cara bertindak bila terjadi keadaan darurat.

    Tujuan akhirnya adalah membentuk generasi mahasiswa yang produktif, sehat, dan berprestasi. Dengan tubuh yang bugar dan pikiran yang siap, mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dengan baik, lulus tepat waktu, serta aktif berorganisasi atau mengembangkan diri di bidang lain. Kesehatan fisik dan mental menjadi fondasi penting untuk menyerap ilmu, menjalani jadwal perkuliahan yang padat, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik, baik dalam hal karier maupun kontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan.


- Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb

- Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/

- Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official

- Twitter ( X ) : https://x.com/unusa_official?lang=en

- Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Unusa Masuk 100 PTN-PTS Peserta Pimnas Ke-37

RESUME MATERI PADA HARI 1 PPKMB SENIN, 1 SEPTEMBER 2025 FAKHRY IZDIHAR SYAHFALAH 25103149

RESUME MATERI 1 IBU CATUR WULANDARI S.ST.,M.GIZI PADA HARI 3 PPKMB FAKULTAS KESEHATAN rabu, 3 SEPTEMBER 2025 FAKHRY IZDIHAR SYAHFALAH 25103149