RESUME MATERI PADA HARI 1 PPKMB SENIN, 1 SEPTEMBER 2025 FAKHRY IZDIHAR SYAHFALAH 25103149
RESUME MATERI PADA HARI 1 PPKMB UNUSA SENIN, 1 SEPTEMBER 2025
- Yudi Latif, MA., Ph.D : Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini menghadapi berbagai perubahan yang bisa memengaruhi keutuhan bangsa. Untuk menghadapinya, diperlukan kesadaran bersama untuk kembali pada jati diri bangsa yang tercermin dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Keempat pilar ini menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Upaya membangun kesadaran bela negara dapat dilakukan melalui pendidikan kewarganegaraan, latihan, dan kampanye yang melibatkan seluruh warga. Tujuannya adalah melindungi kedaulatan, memperkokoh persatuan, serta meningkatkan ketahanan nasional agar bangsa Indonesia tetap tegak dan kuat menghadapi setiap tantangan.
- Erisandy Yudhistira : Penguatan literasi keuangan dan kesejahteraan mahasiswa
Literasi keuangan merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa karena pada masa kuliah mereka mulai mengelola keuangan sendiri. Mahasiswa menghadapi berbagai tantangan finansial seperti biaya kuliah, kebutuhan hidup, gaya hidup, hingga risiko utang konsumtif. Jika tidak dikelola dengan baik, masalah keuangan dapat menimbulkan stres, menurunkan prestasi akademik, bahkan memengaruhi kesehatan mental. Sebaliknya, dengan literasi keuangan yang baik, mahasiswa dapat memenuhi kebutuhan dasar, menabung, berinvestasi sejak dini, serta membangun kebiasaan keuangan sehat yang bermanfaat bagi masa depan.
Untuk memperkuat literasi keuangan, peran kampus, komunitas, dan individu sangat dibutuhkan. Perguruan tinggi bisa memasukkan materi keuangan dalam kurikulum, mengadakan workshop, menyediakan konseling, serta memanfaatkan platform digital. Mahasiswa juga bisa saling belajar melalui komunitas literasi keuangan, mentoring, maupun kampanye kesadaran lewat media sosial. Sementara itu, di tingkat individu, mahasiswa dituntut proaktif mencari informasi, membuat anggaran pribadi, menabung meski kecil, dan menghindari utang konsumtif.
- Prof. Kacung Marijan, Drs., MA.,Ph.D : Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) merupakan perguruan tinggi swasta di Surabaya yang berafiliasi dengan NU, organisasi Islam terbesar di Indonesia. UNUSA berlandaskan nilai-nilai ke-NU-an seperti moderasi, toleransi, dan kearifan lokal, yang dipadukan dengan visi untuk mencetak lulusan unggul, berakhlak mulia, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa. Dengan status terakreditasi BAN-PT, UNUSA berkomitmen mengembangkan keilmuan universal yang berakar pada nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
Dalam bidang akademik, UNUSA memiliki berbagai fakultas, mulai dari kedokteran, kesehatan masyarakat, keperawatan, farmasi, sains dan teknologi, ekonomi dan bisnis, agama Islam, psikologi, hingga hukum. Jenjang pendidikan yang ditawarkan mencakup S1, diploma (D3), dan profesi di bidang kesehatan. Sistem pembelajaran menggunakan SKS sesuai standar nasional, mengintegrasikan kurikulum khas berbasis nilai Aswaja, serta mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Proses belajar mengajar menggabungkan metode tatap muka, blended learning, dan student-centered learning, dengan penilaian yang menekankan ujian, tugas, kehadiran, serta proyek praktikum.
- Dr.Pulung Siswantoyo,SKM.,M.KES. : Strategi Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis untuk Menemukan Solusi Terbaik
Berpikir kritis itu penting banget karena dengan kemampuan ini kita bisa melihat masalah lebih jelas dan nggak gampang terjebak dengan jawaban yang asal-asalan. Dengan berpikir kritis, kita belajar memilah informasi, membedakan mana yang fakta dan mana yang cuma opini. Hasilnya, keputusan yang kita ambil jadi lebih tepat dan bisa benar-benar membantu menyelesaikan masalah, baik di kampus maupun di kehidupan sehari-hari.
Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk melatih kemampuan ini. Salah satunya dengan membiasakan diri untuk bertanya “kenapa” atau “bagaimana” ketika menghadapi sebuah persoalan. Selain itu, rajin baca dari berbagai sumber juga penting biar kita punya banyak sudut pandang. Diskusi dengan teman atau ikut debat sehat juga bisa melatih kita menyusun argumen dengan baik, sekaligus belajar menghargai pendapat orang lain. Semakin sering kita melakukannya, semakin terlatih juga pola pikir kita.
Kalau sudah terbiasa berpikir kritis, kita bakal lebih mudah menemukan solusi yang bukan cuma cepat, tapi juga tepat dan bermanfaat buat banyak orang. Kita jadi lebih percaya diri dalam mengambil keputusan, nggak gampang panik, dan bisa menghadapi tantangan dengan tenang. Intinya, berpikir kritis bikin kita jadi pribadi yang lebih matang, bijak, dan siap menghadapi berbagai masalah dalam hidup.
- Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
- Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/
- Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official
- Twitter ( X ) : https://x.com/unusa_official?lang=en
- Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official
Upaya membangun kesadaran bela negara dapat dilakukan melalui pendidikan kewarganegaraan, latihan, dan kampanye yang melibatkan seluruh warga. Tujuannya adalah melindungi kedaulatan, memperkokoh persatuan, serta meningkatkan ketahanan nasional agar bangsa Indonesia tetap tegak dan kuat menghadapi setiap tantangan.
- Erisandy Yudhistira : Penguatan literasi keuangan dan kesejahteraan mahasiswa
Literasi keuangan merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa karena pada masa kuliah mereka mulai mengelola keuangan sendiri. Mahasiswa menghadapi berbagai tantangan finansial seperti biaya kuliah, kebutuhan hidup, gaya hidup, hingga risiko utang konsumtif. Jika tidak dikelola dengan baik, masalah keuangan dapat menimbulkan stres, menurunkan prestasi akademik, bahkan memengaruhi kesehatan mental. Sebaliknya, dengan literasi keuangan yang baik, mahasiswa dapat memenuhi kebutuhan dasar, menabung, berinvestasi sejak dini, serta membangun kebiasaan keuangan sehat yang bermanfaat bagi masa depan.
Untuk memperkuat literasi keuangan, peran kampus, komunitas, dan individu sangat dibutuhkan. Perguruan tinggi bisa memasukkan materi keuangan dalam kurikulum, mengadakan workshop, menyediakan konseling, serta memanfaatkan platform digital. Mahasiswa juga bisa saling belajar melalui komunitas literasi keuangan, mentoring, maupun kampanye kesadaran lewat media sosial. Sementara itu, di tingkat individu, mahasiswa dituntut proaktif mencari informasi, membuat anggaran pribadi, menabung meski kecil, dan menghindari utang konsumtif.
- Prof. Kacung Marijan, Drs., MA.,Ph.D : Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) merupakan perguruan tinggi swasta di Surabaya yang berafiliasi dengan NU, organisasi Islam terbesar di Indonesia. UNUSA berlandaskan nilai-nilai ke-NU-an seperti moderasi, toleransi, dan kearifan lokal, yang dipadukan dengan visi untuk mencetak lulusan unggul, berakhlak mulia, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa. Dengan status terakreditasi BAN-PT, UNUSA berkomitmen mengembangkan keilmuan universal yang berakar pada nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
Dalam bidang akademik, UNUSA memiliki berbagai fakultas, mulai dari kedokteran, kesehatan masyarakat, keperawatan, farmasi, sains dan teknologi, ekonomi dan bisnis, agama Islam, psikologi, hingga hukum. Jenjang pendidikan yang ditawarkan mencakup S1, diploma (D3), dan profesi di bidang kesehatan. Sistem pembelajaran menggunakan SKS sesuai standar nasional, mengintegrasikan kurikulum khas berbasis nilai Aswaja, serta mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Proses belajar mengajar menggabungkan metode tatap muka, blended learning, dan student-centered learning, dengan penilaian yang menekankan ujian, tugas, kehadiran, serta proyek praktikum.
- Dr.Pulung Siswantoyo,SKM.,M.KES. : Strategi Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis untuk Menemukan Solusi Terbaik
Berpikir kritis itu penting banget karena dengan kemampuan ini kita bisa melihat masalah lebih jelas dan nggak gampang terjebak dengan jawaban yang asal-asalan. Dengan berpikir kritis, kita belajar memilah informasi, membedakan mana yang fakta dan mana yang cuma opini. Hasilnya, keputusan yang kita ambil jadi lebih tepat dan bisa benar-benar membantu menyelesaikan masalah, baik di kampus maupun di kehidupan sehari-hari.
Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk melatih kemampuan ini. Salah satunya dengan membiasakan diri untuk bertanya “kenapa” atau “bagaimana” ketika menghadapi sebuah persoalan. Selain itu, rajin baca dari berbagai sumber juga penting biar kita punya banyak sudut pandang. Diskusi dengan teman atau ikut debat sehat juga bisa melatih kita menyusun argumen dengan baik, sekaligus belajar menghargai pendapat orang lain. Semakin sering kita melakukannya, semakin terlatih juga pola pikir kita.
Kalau sudah terbiasa berpikir kritis, kita bakal lebih mudah menemukan solusi yang bukan cuma cepat, tapi juga tepat dan bermanfaat buat banyak orang. Kita jadi lebih percaya diri dalam mengambil keputusan, nggak gampang panik, dan bisa menghadapi tantangan dengan tenang. Intinya, berpikir kritis bikin kita jadi pribadi yang lebih matang, bijak, dan siap menghadapi berbagai masalah dalam hidup.
- Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
- Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/
- Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official
- Twitter ( X ) : https://x.com/unusa_official?lang=en
- Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) merupakan perguruan tinggi swasta di Surabaya yang berafiliasi dengan NU, organisasi Islam terbesar di Indonesia. UNUSA berlandaskan nilai-nilai ke-NU-an seperti moderasi, toleransi, dan kearifan lokal, yang dipadukan dengan visi untuk mencetak lulusan unggul, berakhlak mulia, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa. Dengan status terakreditasi BAN-PT, UNUSA berkomitmen mengembangkan keilmuan universal yang berakar pada nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
Dalam bidang akademik, UNUSA memiliki berbagai fakultas, mulai dari kedokteran, kesehatan masyarakat, keperawatan, farmasi, sains dan teknologi, ekonomi dan bisnis, agama Islam, psikologi, hingga hukum. Jenjang pendidikan yang ditawarkan mencakup S1, diploma (D3), dan profesi di bidang kesehatan. Sistem pembelajaran menggunakan SKS sesuai standar nasional, mengintegrasikan kurikulum khas berbasis nilai Aswaja, serta mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Proses belajar mengajar menggabungkan metode tatap muka, blended learning, dan student-centered learning, dengan penilaian yang menekankan ujian, tugas, kehadiran, serta proyek praktikum.
- Dr.Pulung Siswantoyo,SKM.,M.KES. : Strategi Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis untuk Menemukan Solusi Terbaik
Berpikir kritis itu penting banget karena dengan kemampuan ini kita bisa melihat masalah lebih jelas dan nggak gampang terjebak dengan jawaban yang asal-asalan. Dengan berpikir kritis, kita belajar memilah informasi, membedakan mana yang fakta dan mana yang cuma opini. Hasilnya, keputusan yang kita ambil jadi lebih tepat dan bisa benar-benar membantu menyelesaikan masalah, baik di kampus maupun di kehidupan sehari-hari.
Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk melatih kemampuan ini. Salah satunya dengan membiasakan diri untuk bertanya “kenapa” atau “bagaimana” ketika menghadapi sebuah persoalan. Selain itu, rajin baca dari berbagai sumber juga penting biar kita punya banyak sudut pandang. Diskusi dengan teman atau ikut debat sehat juga bisa melatih kita menyusun argumen dengan baik, sekaligus belajar menghargai pendapat orang lain. Semakin sering kita melakukannya, semakin terlatih juga pola pikir kita.
Kalau sudah terbiasa berpikir kritis, kita bakal lebih mudah menemukan solusi yang bukan cuma cepat, tapi juga tepat dan bermanfaat buat banyak orang. Kita jadi lebih percaya diri dalam mengambil keputusan, nggak gampang panik, dan bisa menghadapi tantangan dengan tenang. Intinya, berpikir kritis bikin kita jadi pribadi yang lebih matang, bijak, dan siap menghadapi berbagai masalah dalam hidup.
- Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
- Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/
- Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official
- Twitter ( X ) : https://x.com/unusa_official?lang=en
- Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official
Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk melatih kemampuan ini. Salah satunya dengan membiasakan diri untuk bertanya “kenapa” atau “bagaimana” ketika menghadapi sebuah persoalan. Selain itu, rajin baca dari berbagai sumber juga penting biar kita punya banyak sudut pandang. Diskusi dengan teman atau ikut debat sehat juga bisa melatih kita menyusun argumen dengan baik, sekaligus belajar menghargai pendapat orang lain. Semakin sering kita melakukannya, semakin terlatih juga pola pikir kita.
Kalau sudah terbiasa berpikir kritis, kita bakal lebih mudah menemukan solusi yang bukan cuma cepat, tapi juga tepat dan bermanfaat buat banyak orang. Kita jadi lebih percaya diri dalam mengambil keputusan, nggak gampang panik, dan bisa menghadapi tantangan dengan tenang. Intinya, berpikir kritis bikin kita jadi pribadi yang lebih matang, bijak, dan siap menghadapi berbagai masalah dalam hidup.

Komentar
Posting Komentar